1. Kesalahan-kesalahan Umum (gross-errors)
Kesalahan ini kebanyakan disebabkan oleh kesalahan manusia. Diantaranya adalah kesalahan pembacaan alat ukur,penyetelan yang tidak tepat dan pemakaian instrumen yang tidak sesuai dan kesalahan penaksiran. Kesalahan ini tidak dapat dihindari, tetapi harus dicegah dan perlu perbaikkan. Ini terjadi karena keteledoran atau kebiasaan - kebiasaan yang buruk, seperti : pembacaan yang tidak teliti, pencatatan yang berbeda dari pembacaannya, penyetelan instrumen yang tidak tepat. Agar mendapatkan hasil yang optimal, maka diperlukan pembacaan lebih dari satu kali. Bisa dilakukan tiga kali, kemudian dirata-rata. Jika mungkin dengan pengamat yang berbeda.
2. Kesalahan-kesalahan sistematis (systematic errors)
Kesalahan ini disebabkan oleh kekurangan-kekurangan pada instrumen sendiri. Seperti kerusakan atau adanya bagianbagian yang aus dan pengaruh lingkungan terhadap peralatan atau pemakai. Kesalahan ini merupakan kesalahan yang tidak dapat dihindari dari instrumen, karena struktur mekanisnya. Contoh : gesekan beberapa komponen yang bergerak terhadap bantalan dapat menimbulkan pembacaan yang tidak tepat.
Tarikan pegas (hairspring) yang tidak teratur, perpendekan pegas, berkurangnya tarikan karena penanganan yang tidak tepat atau pembebanan instrumen yang berlebihan. Ini semua akan mengakibatkan kesalahan-kesalahan. Selain dari beberapa hal yang sudah disinggung di atas masih ada lagi yaitu kesalahan kalibrasi yang bias mengakibatkan pembacaan instrumen terlalu tinggi atau terlalu rendah dari yang seharusnya.
Cara yang paling tepat untuk mengetahui instrumen tersebut mempunyai kesalahan atau tidak yaitu dengan membandingkan dengan instrumen lain yang memiliki karakteristik yang sama atau terhadap instrumen lain yang akurasinya lebih tinggi.
Untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut dengan cara :
- Memilih instrumen yang tepat untuk pemakaian tertentu.
- Menggunakan faktor-faktor koreksi setelah mengetahui banyaknya kesalahan.
- Mengkalibrasi instrumen tersebut terhadap instrumen standar.
Pada kesalahan-kesalahan yang disebabkan lingkungan,
seperti : efek perubahan temperatur, kelembaban, tahanan udara luar,
medan-medan maknetik, dan sebagainya dapat dihindari dengan membuat
pengkondisian udara (AC), penyegelan komponenkomponen instrumen tertentu
dengan rapat, pemakaian pelindung maknetik dan sebagainya.
2. Kesalahan acak yang tak disengaja (random errors)
Kesalahan ini diakibatkan oleh penyebab yang tidak dapat Langsung diketahui. Antara lain sebab perubahan-perubahan Barameter atau sistem pengukuran terjadi secara acak. Pada pengukuran yang sudah direncanakan kesalahan - kesalahan ini biasanya hanya kecil. Tetapi untuk pekerjaan - pekerjaan yang memerlukan ketelitian tinggi akan berpengaruh. Contoh misal suatu tegangan diukur dengan voltmeter dibaca setiap jam, walaupun instrument yang digunakan sudah dikalibrasi dan kondisi lingkungan sudah diset sedemikian rupa, tetapi hasil pembacaan akan terjadi perbedaan selama periode pengamatan.
Untuk mengatasi kesalahan ini dengan menambah jumlah pembacaan dan menggunakan cara-cara statistic untuk mendapatkan hasil yang akurat. Alat ukur listrik sebelum digunakan untuk mengukur perlu diperhatikan penempatannya / peletakannya. Ini penting karena posisi pada bagian yang bergerak yang menunjukkan besarannya akan dipengaruhi oleh titik berat bagian yang bergerak dari suatu alat ukur tersebut.
Kapasitor dan induktor memiliki peranan yang penting dibidang elektronika. Banyak nilai kapasitor dan induktor yang nilainya sulit diterjemahkan yaitu ketika kapasitor dan induktor bernilai kecil dan warna yang kurang jelas. Dari permasalahan tersebut maka dirancang alat ukur induktansi dan kapasitansi meter.
- Prinsip Pengukuran Kapasitansi
Prinsip yang digunakan dalam pengukuran kapasitansi adalah JEMBATAN PEMBANDING KAPASITANSI. Pada dasarnya jembatan pembanding kapasitansi juga hampir sama dengan jembatan pembanding induktansi. Gambar VIII-3 menggambarkan jembatan pembanding kapasitansi. R1 dan R2 sebagai lengan – lengan pembanding, sedang lengan standar adalah Cs ( kapasitor kualitas tinggi ) yang di rangkai seri dengan Rs ( tahanan variable ). Cx adalah kapasitansi yang belum diketahui harganya dan Rx adalah tahanan kebocoran kapasitor.
Tahanan pada dasarnya merupakan sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk menahan laju aliran arus dengan besaran tertentu. Tahanan banyak terdapat pada rangkaian listrik dan rangkaian elektronika lainnya.
Tahanan dapat dipasang secara seri maupun secara parallel tergantung dari penggunaannya. Tahanan akan lebih besar resistansinya apabila dipasang secara seri dibandingkan secara paralel.
Pengukuran tahanan dapat diklasifikasikan berdasarkan besarnya tahanan yang akan diukur. Klasifikasi besar tahanan adalah sebagai berikut :
1. Tahanan kecil, yaitu tahanan yang bernilai lebih kecil dari 1 ohm
2. Tahanan sedang, yaitu tahanan yang bernilai antara 1 sampai dengan 100.000 ohm
3. Tahanan besar, yaitu tahanan yang bernilai lebih besar dari 100.000 ohm
Dalam mempelajari pengukuran listrik dikenal beberapa istilah, antara lain :
- Instrumen : adalah alat ukur untuk menentukan nilai atau besaran suatu kuantitas atau variabel.
- Ketelitian : harga terdekat dengan mana suatu pembacaan instrumen mendekati harga sebenarnya dari variable yang diukur.
- Ketepatan : suatu ukuran kemampuan untuk hasil pengukuran yang serupa
- Sensitivitas : perbandingan antara sinyal keluaran atau respons instrumen terhadap perubahan masukan atau variable yang diukur.
- Resolusi : :perubahan terkecil dalam nilai yang diukur yang mana instrumen akan memberi respon atau tanggapan.
- Kesalahan : penyimpangan variabel yang diukur dari harga (nilai) yang sebenarnya.
Alat ukur listrik dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
- Alat ukur standar / absolut : Alat ukur absolut maksudnya adalah alat ukur yang menunjukkan besaran dari komponen listrik yang diukur dengan batas-batas pada konstanta dan penyimpangan pada alat itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa alat tersebut tidak perlu dikalibrasi atau dibandingkan dengan alat ukur lainnya lebih dahulu. Contoh dari alat ukur ini adalah galvanometer.
- Alat ukur sekunder : Alat ukur sekunder maksudnya adalah semua alat ukur yang menunjukkan harga besaran listrik yang diukur dan dapat ditentukan hanya dari simpangan alat ukur tersebut. Sebelumnya alat ukur sudah dikalibrasi dengan membandingkan pada alat ukur standar/absolut. Contoh dari alat ukur ini adalah alat ukur listrik yang sering dipergunakan sehari-hari.
![]() |
| Contoh alat Pengukuran Listrik |





